Finance for Advanced Dummies

“Finance is the art of passing currency from hand to hand until it finally disappears.”
Robert W. Sarnoff
Monday, December 10
Permalink

Sekuritas Derivatif

What is it?

Sekuritas derivatif adalah adalah kontrak dari surat berharga yang memiliki suatu aset yang lebih mendasar.

Aset dasar dari jenis komoditas: metals, soft, grain dan oilseeds, energy

Aset dasar dari jenis finansial: saham, valuta (currency), obligasi, emas, indeks

Why do it?

a. Risk Management.

Derivatif merupakan alat untuk mengurangi risiko, disebut juga lindung nilai (hedging). Contoh sederhana: petani jagung melakukan kontrak yang menjanjikan pembayaran ketika harga jagung rendah. Kontrak ini mengurangi resiko kerugian bagi petani apabila terjadi cuaca buruk atau serangan hama yang mempengaruhi harga jagung.

b. Spekulasi.

Spekulan berspekulasi atas pergerakan harga aset dasar yang diperdagangkan. Spekulan akan membeli (mengambil posisi long dalam transaksi finansial) apabila harga cenderung akan naik dalam waktu ke depan, dan melakukan transaksi short apabila yakin bahwa harga akan turun atau melemah. Para spekulan sangat berjasa untuk stabilisasi harga komoditas atau aset yang diperdagangkan di pasar. Tanpa spekulan harga-harga bisa melambung dan menukik tak terkendali.

c. Mengurangi biaya transaksi.

Dengan dana investasi yang sama atau relatif kecil, persentasi keuntungan yang dapat diperoleh relatif lebih besar dibandingkan dengan transaksi saham atau obligasi.

d. Regulatory Arbitrage.

Transaksi arbitrage memanfaatkan perbedaan harga atas komoditas yang sama di dua tempat yang berbeda. Dengan menggunakan derivatif, arbitrager bisa melakukan aksi beli murah dan jual mahal yang memberi keuntungan.

How to do it?

Contoh sekuritas derivatif misalnya options, forward/future contracts, swaps, dan kombinasi dari produk-produk derivatif tersebut.

a. Forwards contracts – kontrak berjangka forwards

Kontrak kesepakatan yang dibuat langsung antara dua pihak (bersifat wajib), satu pihak setuju untuk membeli komoditi atau aset keuangan pada tanggal di masa mendatang pada harga tetap sementara pihak lainnya setuju untuk menyerahkan komoditi atau aset pada harga yang telah ditentukan sebelumnya.

b. Futures contracts – kontrak berjangka futures

Kontrak yang mewajibkan satu pihak untuk membeli, dan yang lain untuk menjual, sejumlah tetap suatu aset pada tanggal yang disepakati di masa depan, dilakukan melalui bursa dan bukan dinegosiasikan secara langsung antara dua pihak.

c. Option contracts – kontrak berjangka opsi

Kontrak antara dua pihak yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, kepada salah satu pihak (sebagai pembeli) untuk membeli atau menjual suatu aset atau efek tertentu dengan harga yang telah ditentukan pula, pada atau sebelum waktu yang ditentukan, dari atau ke pihaklain (sebagai penjual).

d. Swap contracts – kontrak berjangka swap

Produk derivatif berbasis forward yang mewajibkan dua pihak untuk saling bertukar serangkaian arus kas pada tanggal penyelesaian tertentu di masa depan. Ada dua jenis utama swap: swap suku bunga dan swap mata uang.

Case

Aristoteles bercerita tentang Thales, seorang filsuf miskin dari Miletus yang mengembangkan perangkat keuangan yang melibatkan prinsip aplikasi universal. Orang-orang mencela Thales, mengatakan bahwa kurangnya kekayaan yang ia miliki adalah bukti bahwa bidang filsafat merupakan pekerjaan sia-sia dan tidak memiliki nilai praktis. Tapi Thales tahu apa yang ia lakukan dan membuat rencana untuk membuktikan kepada orang lain kebijaksanaan dan kecerdasan yang ia miliki.

Thales memiliki keahlian tinggi dalam meramalkan dan memprediksi bahwa panen zaitun akan menjadi sangat baik musim gugur berikutnya. Percaya diri dengan prediksinya, ia membuat perjanjian dengan para pemilik alat pres zaitun untuk bisa mendeposit sedikit uangnya sebagai jaminan agar ia dapat menggunakan alat tersebut secara ekslusif saat panen siap. Thales berhasil menegosiasikan harga yang rendah karena panen terjadi di masa depan dan tak seorang pun tahu apakah panen akan berlimpah atau sebaliknya. Selain itu, pemiliknya pun bersedia untuk mendapatkan perlindungan terhadap kemungkinan hasil yang didapatkan tidak melimpah.

Akhir cerita Aristoteles tentang Thales tidak seperti dugaan orang. Ketika waktu panen datang, dan tiba-tiba alat pres banyak dicari sekaligus, Thales menyewakan alat pres tersebut dengan harga yang lebih tinggi dan menghasilkan banyak uang. Dengan demikian ia menunjukkan kepada dunia bahwa filsuf dengan mudah dapat menjadi kaya jika mereka suka, ambisi yang berperan penting.  Jadi Thales melaksanakan hak yang dikenal dengan kontrak option pertama sekitar 2.500 tahun yang lalu. Ia tidak berkewajiban untuk melaksanakan option. Jika panen zaitun belum baik, Thales bisa membiarkan kontrak option berakhir tidak terpakai dan ruginya hanya terbatas pada harga asli yang dibayar untuk option. Tapi ternyata, panen besar datang sehingga Thales melaksanakan hak option dan menjual klaim atas alat pres zaitun dengan keuntungan yang tinggi.

 

Tags:   #investasi #sekuritas pendapatan tetap dan derivatif


Thursday, November 15
Permalink

Capital Budgeting

What is it?

Penganggaran modal (capital budgeting) adalah proses mengindentifikasi, menganalisis, dan memilih proyek investasi yang  diharapkan dapat memberikan  return (arus kas) untuk periode lebih dari satu tahun.

Why do it?

Sebagian besar perusahaan mempunyai lebih banyak proyek yang potensial daripada yang secara aktual dapat didanai. Dengan demikian penganggaran modal menjadi penting karena:

  1. Umumnya melibatkan dana yang besar. Jika perusahaan menginvestasikan terlalu besar dalam aktiva maka dapat menimbulkan beban penyusutan dan beban lainnya.
  2. Dana tersebut tertanam relatif lama dan ‘sulit’ dikembalikan. Hasil keputusan penganggaran modal berpengaruh jangka panjang sehingga perusahaan akan berkurang fleksibilitasnya.
  3. Jika investasi terlalu kecil muncul dua masalah, pertama peralatan yang dipakai mungkin tidak cukup modern untuk berkompetitisi, kedua, ketidakmampuan untuk memenuhi permintaan pasar.
  4. Memberi dampak yang signifikan pada tujuan perusahaan, khususnya tujuan manajemen keuangan.

How to do it?

1.   Average/Accounting Rate of Return,memperhitungkan keuntungan bersih setelah pajak dengan rata-rata investasinya.

2.   Payback Period yaitu jangka waktu yang dibutuhkan agar penerimaan bersih dari suatu investasi dapat menutup investasi tersebut.

3.   Net Present Value (NPV) adalah metode pemeringkatan usulan investasi dengan cara menyamakan nilai sekarang dari arus kas masuk masa mendatang dibandingkan dengan nilai initial investment.

4.   Internal Rate of Return (IRR),metode pemeringkatan investasi dengan menggunakan tingkat pengembalian atas investasi, yaitu dihitung dengan mencari tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang arus kas masuk di masa mendatang terhadap biaya proyek.

5.   Profitability Index/Benefit Cost Ratio, membandingkan nilai sekarang aliran kas masuk di masa datang dengan nilai investasinya.

Case: Net Present Value (NPV)

Net Present Value dari suatu investasi adalah nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan dikurangi biaya investasi.

Misalkan suatu investasi yang menjanjikan menghasilkan $10.000 dalam satu tahun ditawarkan untuk dijual seharga $ 9.500. Tingkat bunga Anda adalah 5%. Haruskah Anda membelinya?

NPV bernilai positif, artinya nilai sekarang lebih besar dari biaya yang harus dikeluarkan. Oleh karena itu, investasi ini layak dibeli. Jika proyek NPV positif tersebut tidak dipertimbangkan dan sebagai gantinya Anda menginvestasikan $9.500 pada proyek lain dengan tingkat bunga 5%, future value yang didapatkan akan kurang dari investasi yang menjanjikan $10.000, yaitu sebesar:

Tags:   #keuangan perusahaan


Wednesday, November 14
Permalink

Capital Asset Pricing Model (CAPM)

What is it?

CAPM adalah suatu model yang menggambarkan hubungan antara risiko dan return yang diharapkan, model ini digunakan dalam penilaian harga sekuritas.

Why do it?

Keinginan utama dari investor adalah meminimalkan risiko dan meningkatkan perolehan (minimize risk and maximize return). Asumsi umum bahwa investor individu yang rasional adalah seorang yang tidak menyukai risiko (risk aversive), sehingga investasi yang berisiko harus dapat menawarkan tingkat perolehan yang tinggi (higher rates of return), oleh karena itu investor sangat membutuhkan informasi mengenai risiko dan pengembalian yang diinginkan.

CAPM mencoba menjelaskan bagaimana suatu aktiva ditentukan harganya oleh pasar, bagaimana menentukan tingkat keuntungan yang dipandang layak untuk investasi, dan bagaimana investor membentuk portfolio yang efisien. Karena market portfolio yang mempunyai kedudukan sentral dalam CAPM merupakan portfolio yang efisien.

How to do it?

CAPM menjelaskan bahwa tingkat return yang diharapkan adalah penjumlahan dari return aset bebas risiko dan premium risiko. Premium risiko dihitung dari beta dikalikan dengan premium risiko pasar yang diharapkan. Premium risiko pasar sendiri dihitung dari tingkat return pasar yang diharapkan dikurangi dengan tingkat return aset bebas risiko.

Rs = Rf + βs (Rm – Rf)

Rf umumnya merupakan tingkat return suku bunga bank sentral, di Indonesia risk free asset didefinisikan sebagai tingkat return suku bunga Bank Indonesia.

βs dihitung menggunakan data time series saham dengan data return pasarnya. βadalah besaran risiko sistematik suatu saham terhadap risiko suatu pasar. Apabila  β=1, berarti saham tersebut mempunyai besaran risiko yang sama terhadap pasar. Jika β<1 berarti saham tersebut mempunyai besaran risiko di bawah standar risiko pasar. Sedangkan β>1 berarti saham tersebut mempunyai besaran risiko di atas standar risiko pasar.

Rm didapatkan dengan meramalkan return IHSG. Beberapa penelitian biasanya menghitung IHSG dengan cara memprediksi historisnya yaitu dengan membandingkan return IHSG tahun x dengan return IHSG tahun x-1. Sehingga sering didapatkan nilai Rm yang negatif. Dari definisi CAPM, Rm adalah tingkat return pasar yang diharapkan, bukan tingkat return pasar periode yang lalu. Untuk mendapatkan nilai Rm tentunya harus dapat memprediksi berapa tingkat return IHSG yang diharapkan.

Salah satu cara memprediksi IHSG adalah dengan cara analisis faktor melalui studi empiris, yaitu menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi IHSG, kemudian membuat persamaan regresi dari IHSG dan faktor yang mempengaruhinya.  Setelah itu, memprediksi nilai dari faktor yang mempengaruhi IHSG untuk x periode yang ditentukan. Cara lainnya adalah menggunakan nilai IHSG dari hasil penelitian empiris dari peneliti lain.

Case 1: Menghitung Beta

Nilai β dapat dihitung sendiri menggunakan data time series suatu saham/industri dan time series return suatu pasar (misalnya IHSG, NYSE, dll). Contoh perhitungan:

Return saham X dibandingkan dengan pasar:

tahun 1-return saham X = -0.05, return pasar = -0.12

tahun 2-return saham X = 0.05, return pasar = 0.01

tahun 3-return saham X = 0.08, return pasar = 0.06

tahun 4-return saham X = 0.15, return pasar = 0.10

tahun 5-return saham X = 0.10, return pasar = 0.05

Rata-rata return saham X adalah 0.066, sehingga deviasi return saham X:

tahun 1 = -0.1160

tahun 2 = -0.0160

tahun 3 = 0.0140

tahun 4 = 0.0840

tahun 5 = 0.0340

Rata-rata return pasar adalah 0.02, sehingga deviasi return pasar:

tahun 1 = -0.14000

tahun 2 = -0.0100

tahun 3 = 0.0400

tahun 4 = 0.0800

tahun 5 = 0.0300

Kalikan masing masing deviasi return saham dengan deviasi return pasar:

tahun 1 = -0.1160 x -0.14000 = 0.0162

tahun 2 = -0.0160 x -0.0100 = 0.0002

tahun 3 = 0.0140 x 0.0400 = 0.0006

tahun 4 = 0.0840 x 0.0800 = 0.0067

tahun 5 = 0.0340 x 0.0300 = 0.0010

Jumlah = 0.0247

Pangkat duakan deviasi return pasar

tahun 1 = -0.14000^2 = 0.0196

tahun 2 = -0.0100^2 = 0.0001

tahun 3 = 0.0400^2 = 0.0016

tahun 4 = 0.0800^2 = 0.0064

tahun 5 = 0.0300^2 = 0.0009

Jumlah = 0.0286

Sehingga Beta/risiko sistematik untuk saham X adalah 0.0247/0.0286 = 0.86

Case 2:

Suatu sekuritas x mempunyai Expected Return 0.27 (27% per tahun) dan nilai betanya 1.2, apakah sekuritas x ini layak beli?

Rs = Rf + βs (Rm – Rf)

Rf = misal SBI 1 bulan saat ini adalah 0.06 (6% per tahun)

Rm = misal return IHSG yang diharapkan saat ini adalah 0.26 (26% per tahun, didapatkan dengan cara memprediksi return)

βs = 1.2

Sehingga

Rs = 0.06 + 1.2 (0.26 – 0.06)

Rs = 0.06 + 1.2 (0.2)

Rs = 0.06 + 0.24

Rs = 0.3 (30%)

Kesimpulan, dengan nilai beta 1.2, apabila return yang diperoleh hanya 27%, maka harga sekuritas terlalu mahal, karena return wajarnya adalah 30%.

 

Tags:   #keuangan perusahaan


Wednesday, May 11
Permalink

Earning Management

What is it?

Schipper (1989) mendefinisikan manajemen laba sebagai suatu intervensi dengan maksud tertentu terhadap proses pelaporan keuangan eksternal dengan sengaja untuk memperoleh beberapa keuntungan pribadi.

Fischer dan Rosenzweig (1995) mendefinisikan manajemen laba sebagai tindakan seorang manajer dengan menyajikan laporan yang menaikkan (menurunkan) laba periode berjalan dari unit usaha yang menjadi tanggung jawabnya, tanpa menimbulkan kenaikan (penurunan) profitabilitas ekonomi unit tersebut dalam jangka panjang.

Menurut Healy dan Wahlen (1999), manajemen laba terjadi ketika manajer menggunakan pertimbangan (judgement) dalam pelaporan keuangan dan penyusunan transaksi untuk merubah laporan keuangan dengan tujuan untuk memanipulasi besaran laba kepada beberapa stakeholder tentang kinerja ekonomi perusahaan atau untuk mempengaruhi hasil perjanjian (kontrak) yang tergantung pada angka-angka akuntansi yang dilaporkan.

Why do it?

Teori akuntansi positif (Positif Accounting Theory) menurut Watts dan Zimmerman (1986) mengusulkan tiga hipotesis motivasi manajemen laba, yaitu:

1. Hipotesis program bonus (the bonus plan hypotesis)  

Motivasi bonus merupakan dorongan manajer perusahaan dalam melaporkan laba yang diperolehnya untuk memperoleh bonus yang dihitung atas dasar laba tersebut. Jika laba lebih rendah daripada laba yang ditetapkan maka akan mendorong manajer untuk melakukan manajemen laba, dengan cara meningkatkan tingkat laba yang harus dicapai dalam periode tertentu.

2. Hipotesis perjanjian hutang (the debt covenant hypotesis)

Motivasi kontrak muncul karena perjanjian antara manajer dan pemilik perusahaan berbasis pada kompensasi manajerial dan perjanjian hutang (debt covenant). Semakin tinggi rasio hutang/ekuitas suatu perusahaan, yang ekuivalen dengan semakin dekatnya (yaitu semakin ketat) perusahaan terhadap kendala-kendala dalam perjanjian hutang dan semakin besar probabilitas pelanggaran perjanjian, semakin mungkin manajer untuk menggunakan metode-metode akuntansi yang meningkatkan income.

3. Hipotesis biaya politik (the political cost hypotesis)  

Motivasi regulasi politik merupakan motivasi manajemen dalam mensiasati berbagai regulasi pemerintah. Motivasi ini terjadi pada perusahaan-perusahaan besar dan industri strategis yang cenderung menurunkan laba visibilitasnya, khususnya selama periode kemakmuran tinggi. Tindakan ini diperoleh untuk mengurangi biaya politis dan pengawasan dari pemerintah, memperoleh kemudahan dan fasilitas dari pemerintah, misalnya subsidi, perlindungan dari pesaing luar negeri, atau untuk meminimalkan tuntutan serikat buruh.

Adapun motivasi lainnya, yaitu:

1.   Motivasi pajak (taxation motivations)

Dalam hal ini manajer berusaha menurunkan laba untuk mengurangi beban pajak yang harus dibayar. Karena laba berbanding lurus dengan beban pajak, apabila laba semakin besar maka beban pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan semakin tinggi. Untuk menghindari hal tersebut maka perusahaan akan melakukan manajemen laba agar laba yang dilaporkan lebih rendah sehingga akan mengurangi beban pajak yang akan ditanggungnya.

2.   Pergantian CEO (Change of CEO)

Biasanya di akhir tahun tugasnya, manajer akan melaporkan laba yang tinggi, sehingga CEO yang baru merasa sangat berat untuk mencapai tingkat laba tersebut. Motivasi ini terjadi juga ketika pimpinan perusahaan yang mempunyai kinerja buruk melakukan manajemen laba untuk menunda pemecatan agar pimpinan tersebut mempunyai cukup waktu untuk memperbaiki kinerjanya.

3.   IPO (Initial Public Offerings)

Perusahaan yang baru saja menerbitkan saham perdana (IPO) belum bisa memiliki harga pasar saham yang mapan. Cara untuk mempengaruhi pasar adalah dengan memberikan informasi net income sehimgga pasar memberikan respon positif terhadap harga saham.

How to do it?

Strategi manajemen laba adalah sebagai berikut :

1.   Meningkatkan Laba (Increasing Income)

Salah satu strategi manajemen laba adalah meningkatkan laba yang dilaporkan pada periode kini untuk membuat perusahaan dipandang lebih baik. Cara ini juga memungkinkan peningkatan laba selama beberapa periode.

2.   Mandi Besar (Big Bath)

Strategi mandi besar dilakukan melalui penghapusan sebanyak mungkin pada satu periode. Penghapusan tersebut berkaitan dengan pengurangan laba pada suatu periode. Periode yang dipilih biasanya periode dengan kinerja yang buruk (umumnya pada masa resesi saat perusahaan lain juga melaporkan periode yang buruk) atau peristiwa saat terjadi satu kejadian yang tidak biasa seperti perubahan manajemen, merger atau restrukturisasi. Strategi mandi besar juga seringkali dilakukan setelah strategi peningkatan laba pada periode berikutnya .

3.   Perataan laba (Income Smoothing)

Perataan laba merupakan bentuk umum dari manajemen laba, manajer meningkatkan atau menurunkan laba untuk mengurangi fluktuasinya. Perataan laba juga mencakup tidak melaporkan bagian laba pada periode baik dengan menciptakan cadangan laba dan kemudian melaporkan laba ini saat periode buruk.

Case: ENRON

Enron merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri energi, kemudian melakukan diversifikasi usaha meliputi futures transaction, trading commodity non energy, dan kegiatan bisnis keuangan. Pada 2 Desember 2001, Enron, perusahaan ketujuh terbesar di Amerika, menyatakan dirinya bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.2 milyar.

Kasus tersebut merupakan kebangkrutan terbesar si masa itu dan bukan disebabkan oleh lemahnya ekonomi dunia. Dalam kasus Enron terbukti telah terjadi perilaku moral hazard dalam bentuk manipulasi laporan keuangan melalui KAP Arthur Andersen. Enron melebih-lebihkan laba bersih dan menutup-nutupi hutang perusahaan. Manipulasi keuntungan tersebut bertujuan untuk menyesatkan para investor agar saham perusahaan tetap diminati.

Pada bulan Oktober 2001, Enron mengumumkan kerugian sebesar US $618 milyar dan nilai aset Enron menyusut sebesar US $1,2 trilyun. Pada laporan keuangan yang sama diakui bahwa selama tujuh tahun terakhir Enron selalu melebih-lebihkan laba bersih mereka.

Akibat laporan tersebut, nilai saham Enron mulai anjlok. Puncaknya ketika Enron terpaksa mengumumkan kebangkrutannya pada 2 Desember 2001. Pada saat itu terungkap bahwa total hutang yang berhasil disembunyikan adalah US $1,2 milyar. Hutang ini berasal dari transaksi pembiayaan partnership-partnership yang bertujuan untuk menambah keuntungan Enron yang diberi nama “special purspose partnership”. Harga saham Enron yang hingga Agustus 2000 berada di posisi US $ 90 per lembar, anjlok drastis hampir tak berharga, yaitu hanya 26 sen per lembar.

Tags:   #analisa laporan keuangan


Monday, April 25
Permalink

International Takeovers and Restructuring

What is it?

International takeovers adalah penggabungan usaha antara perusahaan-perusahaan di negara-negara yang berbeda.

Why do it?

1.        Pertumbuhan Perusahaan

-       Untuk mencapai tujuan jangka panjang

-       Pasar dalam negeri jenuh

-       Ekstensi pasar untuk melindungi pasar lokal

-       Realisasi pasar global

2.        Teknologi

-       Untuk memanfaatkan teknologi asing

-       Untuk memperoleh teknologi yang dibutuhkan

3.        Diferensiasi Produk

4.        Kebijakan Pemerintah

-       Untuk menghindari tarif dan kuota

-       Untuk mengurangi ketergantungan ekspor

5.        Kurs

-       Berdampak pada biaya relatif akuisisi asing vs domestik

-       Berdampak pada laba

6.        Stabilitas Politik dan Ekonomi

-       Untuk berinvestasi di lingkungan yang diprediksi aman

7.        Diferensial biaya tenaga kerja dan produktivitas tenaga kerja

8.        Untuk mengikuti klien yang mungkin telah direlokasi di luar negeri

9.        Diversifikasi

-       Mengembangkan lini produk

-       Menambah pangsa pasar

-       Untuk mengurangi risiko sistematik

10.     Perekonomian domestik miskin sumber daya

-       Untuk mendapatkan jaminan pasokan sumber daya dari negara lain

How to do it?

1.    Konsolidasi adalah tindakan dua perusahaan untuk meleburkan diri menjadi satu perusahaan dengan nama baru, sedangkan dua nama perusahaan yang lama tidak digunakan lagi. Sebagai contoh, perusahaan A berkonsolidasi dengan perusahaan B menjadi perusahaan baru bernama perusahaan C. Nama A dan B akan dihapuskan atau tidak digunakan lagi. Badan hukum baru ini adalah perusahaan C dan anggaran dasar perusahaan baru itu harus diubah.

2.    Merger adalah tindakan dua perusahaan untuk bergabung menjadi satu dengan menggunakan salah satu nama perusahaan lama, sedangkan satu nama yang lain hilang atau dihapuskan. Sebagai contoh, perusahaan A dan perusahaan B menggabungkan usahanya dengan memakai nama perusahaan A, sedangkan nama perusahaan B dihapuskan. Badan hukum baru ini adalah perusahaan A dengan konsekuensi harus mengubah anggaran dasar perusahaan.

3.    Akuisisi adalah tindakan suatu perusahaan untuk memiliki perusahaan lain dengan cara membeli sebagian atau seluruh sahamnya melalui pasar modal, tanpa mengubah nama perusahaan lain tersebut. Sebagai contoh, perusahaan A membeli 20% saham perusahaan B dengan tujuan mengetahui secara terus-menerus kebijakan manajemen yang diambil oleh perusahaan B. Dengan kepemilikan 20%, perusahaan A dapat mengakses informasi manajemen perusahaan B atau mengajukan usulan-usulan dalam RUPS perusahaan B demi kepentingan perusahaan A. Badan hukum perusahaan A dan perusahaan B tetap berdiri sendiri.

4.    Aliansi adalah tindakan perusahaan untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan lain yang saling menguntungkan tanpa melalui kepemilikan saham. Apabila satu pihak merasa dirugikan setelah waktu berjalan, maka aliansi akan terputus dengan sendirinya. Aliansi akan berjalan terus sepanjang kedua perusahaan dapat menjaga nama baik dan merasa sama-sama diuntungkan.

Case: VODAFONE AIRTOUCH TAKEOVER OF MANNESMANN

Background

Pada tanggal 13 November 1999, Vodafone AirTouch yang berpusat di Inggris, perusahaan ponsel terbesar di dunia, mengumumkan tawaran pengambilalihan untuk perusahaan telekomunikasi dan engineering Jerman Mannesmann AG, atas dasar pertukaran saham antara dua perusahaan. Dewan eksekutif Mannesmann langsung menolak proposal akuisisi tersebut. 

Pada tanggal 19 November, dewan pengawas Mannesmann menegaskan posisi manajemen mereka dan secara resmi menolak tawaran Vodafone. Pada saat yang sama, perusahaan telekomunikasi Inggris ini maju dengan proposal baru, yang ditawarkan secara langsung kepada pemegang saham Mannesmann untuk pertukaran saham mereka dalam rasio 53,7 saham Vodafone AirTouch untuk satu saham Mannesmann. Karena manajemen dan dewan pengawas Mannesmann terus menentang pengambilalihan tersebut, Vodafone melakukan akuisisi paksa dengan nilai tawaran tertinggi yang pernah dilakukan di dunia. 

Tidak ada perusahaan asing yang pernah berhasil melawan keinginan manajemen dan mengambil alih perusahaan Jerman. Peraturan perusahaan Jerman mencegah perilaku predator tersebut. Setelah pengumuman rencana pengambilalihan Vodafone, pada akhir November, serikat pekerja Jerman bersama-sama melawan tawaran hostile dan memohon kepada pemegang saham untuk menolak tawaran tersebut. 

Pada tanggal 3 Februari 2000, Mannesmann mencapai kesepakatan dengan Vodafone. Pemegang saham akan menerima 49,5% saham di Vodafone. Penawaran ini meningkatkan rasio 53,7 pertukaran awal menjadi 58,96 saham Vodafone untuk setiap 1 saham Mannesmann. Kesepakatan senilai $ 203 milyar menghasilkan perusahaan terbesar keempat di dunia dengan kapitalisasi pasar $ 393 milyar (setara £ 228 milyar) dan dengan basis pelanggan sebesar 42 juta. 

Why was Vodafone AirTouch interested in acquiring Mannesmann?

Vodafone sangat fokus pada akuisisi, termasuk akuisisi Mannesmann, dengan tujuan utama yaitu keunggulan biaya (cost advantage) melalui skala ekonomis (economies of scale). Vodafone ingin menjadi pemimpin teknologi dalam industri telepon selular. Vodafone ingin memperkuat posisinya di pasar yang sangat menjanjikan di benua Eropa karena pangsa pasar mereka di sana masih rendah. 

Vodafone ingin mengakuisisi Mannesmann karena mereka menguasai sebagian besar pangsa pasar dalam industri mereka. Dengan mengakuisisi Mannesmann, Vodafone akan memperoleh keuntungan biaya serta memperoleh pangsa pasar dan kekuatan pasar di Eropa. Dengan membeli perusahaan pesaingnya, Vodafone bisa meraih seluruh pangsa pasar mereka dan menghilangkan risiko yang terkait dengan persaingan yang hadir antara dua perusahaan. Akuisisi ini juga akan menjadi diversifikasi untuk Vodafone jika mereka memilih untuk mengambil keuntungan dari kemampuan lini bisnis tetap Mannesmann. Hal ini juga akan membantu Vodafone mengurangi hambatan terhadap pangsa pasar Eropa yang besar karena Mannesmann sudah memiliki pangsa pasar yang kuat. 

Why did Mannesmann reject the initial bid?

Dewan eksekutif Mannesmann segera menolak proposal akuisisi pertama Vodafone dan menyebutnya sebagai suatu tawaran “inferior” yang sangat tidak menarik bagi pemegang saham Mannesmann. Menurut manajemen Mannesmann, merger dengan Vodafone tidak strategis dan tidak masuk akal karena kedua perusahaan memiliki struktur dan prospek pertumbuhan ekonomi yang sangat berbeda. Konsentrasi utama Vodafone terletak pada bisnis ponsel. Sedangkan bisnis Mannesmann jauh lebih beragam dengan empat divisi operasi bisnis utama di bidang teknik, otomotif, telekomunikasi, dan tube

What caused Mannesmann to eventually accept the takeover offer by Vodafone?

CEO Mannesmann, Klaus Esser, menolak semua argumen yang mengatakan bahwa manajemen mempertahankan otonominya atas nama kepentingan nasionalisme berdasarkan hukum perusahaan di Jerman. Menurut Esser, keputusan tawaran pengambilalihan Vodafone diterima atau tidak adalah keputusan yang murni karena alasan ekonomi yaitu mensejahterakan para pemegang saham. Oleh karenanya, semua keputusan berada di tangan para pemegang saham.

Karena karyawan Mannesmann dan masyarakat Jerman menolak dengan tegas tawaran pengambilalihan Vodafone, Vodafone memulai kampanye untuk menampilkan image yang lebih ramah terhadap pekerja agar lebih diterima secara sosial. Pada tanggal 24 November, CEO Vodafone, Chris Gent, membuat surat terbuka bagi karyawan Mannesmann di semua surat kabar harian terkemuka Jerman. Vodafone menyatakan merger Mannesmann dan Vodafone AirTouch tidak akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja. Hak para karyawan, serikat buruh, dan anggota dewan akan sepenuhnya diakui. Mannesmann AG akan terus memiliki dewan pengawas yang akan tetap menentukan nasib mereka sendiri di pasar. Selain itu, perspektif kerja di industri telekomunikasi akan ditingkatkan dan divisi industri tradisional Mannesmann akan menjadi sebuah perusahaan dengan saham terpisah di bawah manajemen saat ini, seperti yang sudah diputuskan oleh eksekutif dan dewan pengawas Mannesmann. Terakhir, divisi fixed-line telekomunikasi Mannesmann akan menjadi sebuah perusahaan independen dalam perusahaan Mannesmann-Vodafone yang baru nanti. Dengan adanya kesepakatan tersebut, maka pemegang saham menyetujui akuisisi Vodafone terhadap Mannesmann.

Result

Setelah akuisisi Mannesmann selesai, size Vodafone menjadi hampir dua kali lipat dan terus mendominasi setiap pasar yang dimasukinya, termasuk pasar baru melalui usaha patungan dengan Mobile TDC A/S dan France Telecom. Investasi Bell Atlantic yang dilakukan Vodafone di Amerika Serikat yang sekarang dikenal sebagai Verizon Wireless menjadi jaringan mobile terbesar di Amerika Serikat. Perusahaan terus tumbuh melalui kantor baru di Cina ketika melakukan aliansi strategis dengan China Mobile pada tahun 2001. Perusahaan juga melakukan serangkaian akuisisi lain, termasuk Eircell, perusahaan mobile terkemuka di Irlandia.

Melalui akuisisi, joint venture, dan aliansi strategis, Vodafone telah berhasil mengendalikan sebagian besar layanan telepon selular di seluruh dunia. Mannesmann hanya salah satu dari banyak usaha yang membuat pertumbuhan ini mungkin.

Tags:   #restrukturisasi perusahaan


Thursday, April 21
Permalink

Time Value of Money

What is it?

Nilai waktu uang adalah konsep yang menjabarkan bahwa uang yang tersedia pada saat ini lebih berharga dibandingkan uang dalam jumlah sama yang tersedia di masa yang akan datang karena terdapat faktor bunga. Semakin cepat uang kita terima, ia akan semakin berharga.

Why do it?

Setidaknya terdapat dua alasan mengapa nilai waktu uang penting: 

1.      Risiko pendapatan di masa mendatang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan saat ini.

2.   Ada biaya kesempatan (opportunity cost) pendapatan masa mendatang. Jika pendapatan diterima sekarang, pendapatan tersebut dapat diinvestasikan, ditabung atau didepositokan yang dapat menghasilkan bunga sehingga nilainya lebih tinggi.

Contoh:

Uang sekarang Rp10.000 nilainya lebih tinggi daripada Rp10.000 pada akhir tahun depan karena jika uang Rp10.000 sekarang disimpan di Bank akan mendapatkan bunga misal 10%/tahun, sehingga uang tersebut akan menjadi Rp11.000. Jadi uang sekarang Rp10.000 nilainya sama dengan Rp11.000 pada akhir tahun. 

How to do it?

Beberapa formulasi yang digunakan dalam konsep nilai waktu uang adalah sebagai berikut:

1.    Nilai akan datang atau future value atau nilai akhir pada tahun ke n (FVn), adalah nilai dari sejumlah atau serangkaian uang sekarang yang diperhitungkan pada masa akan datang dengan menggunakan tingkat bunga tertentu.


2.    Nilai sekarang atau present value (PV), adalah nilai sekarang atau saat ini dari sejumlah atau serangkaian jumlah uang yang diterima di masa yang akan datang, melalui pendiskontoan dengan tingkat bunga tertentu.

3.    Annuity:  suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu.

  • Anuitas nilai sekarang adalah sebagai nilai i anuitas majemuk saat ini dengan pembayaran atau penerimaan periodik C dan n sebagai jangka waktu anuitas.

  • Anuitas nilai masa datang adalah sebagai nilai anuaitas majemuk masa depan dengan pembayaran atau penerimaan periodik C dan n sebagai jangka waktu anuitas.

Case:

Seorang ayah merencanakan untuk menabung guna membiayai kuliah anaknya ke luar negeri. Anaknya saat ini berusia 13 tahun dan akan memasuki universitas 5 tahun lagi dan akan meyelesaikan kuliah 4 tahun. Saat ini biaya kuliah $ 9000 dan ada inflasi 10% per tahun. Anak tersebut saat ini memiliki $ 15000 yang disimpan di bank dengan memperoleh bunga 8%. Kekurangan biaya akan ditambah oleh ayahnya. Sang ayah merencanakan akan menabung setiap tahun mulai tahun sekarang sampai dimana anaknya masuk universitas. Ia menabung dalam dollar di suatu bank dengan bunga 8%. Berapa besar tabungan yang harus dilakukan sang ayah setiap tahun agar anaknya dapat menyelesaikan kuliahnya?

Biaya kuliah selama 4 tahun        

= 9000 (1+0.1)5 + 9000 (1+0.1)6 + 9000 (1+0.1)7 + 9000 (1+0.1)8

= $ 67269.40

Investasi anak = 15000 (1+0.08)5 = $ 22039.92

Dana yang kurang = 67269.40-22039.92 = $ 45229.48

Investasi ayah tiap tahun

45229.48 = A [(1+0.08)5 – 1 / 0.08]

A = $ 7710

Tags:   #investasi


Thursday, April 14
Permalink

Du Pont Analysis

What is it?

Sistem Du Pont merupakan analisis yang menghubungkan rasio profitabilitas (profit margin), rasio efisiensi (total asset turnover), dan rasio leverage (equity multiplier) untuk mendapatkan rasio return on equity (ROE).

Why do it?

Manajemen perusahaan memakai sistem Du Pont untuk menganalisis cara-cara untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Keunggulan analisis ini antara lain:

1.    Secara sederhana memahami dari mana kinerja perusahaan ROE diperoleh karena dapat diketahui kontribusi profit margin dan leverage terhadap ROE.

2.    Manajemen bisa mengetahui tingkat efisiensi pendayagunaan aktiva atau seberapa jauh suatu aktiva tertentu digunakan untuk menghasilkan laba.

3.    Dapat mengukur profitabilitas masing-masing produk atau aset yang dihasilkan oleh perusahaan sehingga diketahui produk mana yang potensial.

How to do it?

Analisis sistem Du Pont dimulai dengan rasio profitabilitas, yaitu ROE dan dikembangkan menjadi:

Analisis berikutnya merupakan dekomposisi rasio yang menunjukkan hubungan antara berbagai kontribusi aktiva terhadap ROE:

1.    Kontribusi Aktiva Tetap

2.    Kontribusi Aktiva Lancar

 

3.    Kontribusi Persediaan

 

4.    Kontribusi Piutang

 

5.    Kontribusi Aktiva Likuid

 

Case: First Investments, Inc.

Rasio ROE perusahaan menurun di tahun 1994. ROE yang lebih kecil diperoleh dari profitabilitas investasi yang menurun dan penggunaan leverage yang lebih tinggi tidak membantu untuk meningkatkannya. Tampak bahwa return on total asset (ROA) menurun disebabkan oleh menurunnya rasio profit margin. Sedangkan kontribusi penggunaan total asset menunjukkan peningkatan. Untuk itu, untuk meningkatkan ROE perusahaan, perusahaan harus meningkatkan profit margin perusahaan dengan cara meningkatkan jumlah uang yang dihasilkan dari penjualan tiap unit. Hal ini berkaitan dengan expense management dan pricing decision.

Tags:   #analisa laporan keuangan


Tuesday, April 12
Permalink

Takeover Defenses

What is it?

Takeover Defenses adalah tindakan terus-menerus dari manajemen sebuah perusahaan untuk mencegah pengambilalihan yang tidak diinginkan.

Why do it?

1.    Bargaining hypothesis: Target menolak untuk diambil alih untuk memperoleh harga yang lebih baik.

2.    Entrenchment hypothesis: Manajemen perusahaan target menilai bahwa perusahaan akan lebih baik apabila tidak di-takeover atau tetap independen karena ingin mempertahankan manajemen yang efektif.

How to do it?

1.   Corporate Charter Amendments: Perubahan khusus pada anggaran dasar/hukum perusahaan yang menjadi aktif hanya bila upaya takeover diumumkan kepada pemegang saham dengan tujuan membuat upaya takeover menjadi kurang menarik atau kurang menguntungkan perusahaan pengakuisisi (shark repellent).

a)   Classified boards (staggered board of directors): Anggota dewan direksi tidak semua dipilih dalam satu waktu sehinggatransfer kontrol dalam takeover dapat ditunda karena perusahaan pengakuisisi harus menunggu lama untuk mendapatkan kontrol perusahaan.

b)   Super Majority Provisions: Memerlukan persetujuan pemegang saham minimal 2/3 sampai 80% suara dari saham yang beredar ketika akuisisi sehingga mempersulit pengakuisisi untuk mengambil alih dengan membeli saham yang cukup untuk kepentingan pengendalian perusahaan.

c)   Fair Price Amendments: Mensyaratkan pengakuisisi membayar seluruh pemegang saham perusahaan target dalam jumlah yang sama dalam kasus penawaran tender dua tingkat sehingga mampu memelihara tingkat kesetaraan bagi pemegang saham perusahaan. 

d)   Dual Capitalization: Perusahaan dapat menerbitkan saham dengan hak suara yang lebih sedikit atau bahkan tanpa hak suara kepada publik sehingga investor baru tidak dapat membeli kendali perusahaan.

2.   Preventive measures: Pertahanan yang dilakukan sebelum proposal takeover diajukan kepada manajemen perusahaan target.

a)   Poison Pill: Melibatkan suatu sekuritas yang dapat dieksekusi bila dipicu oleh suatu event.

-       Flip-over plan: shareholder perusahaan target memiliki opsi untuk membeli stock dengan hargadiskon setelah takeover dilakukan.

-       Flip-in plan: hak kepada shareholder perusahaan target untuk membeli saham tambahan di perusahaan target pada harga diskon sebelum terjadi takeover.

-       Dead-hand provision: hanya anggota dewan yang memprakarsai poison pill dan yang dapat mengubah atau menghilangkan poison pill.

-       Back-end plan:opsi kepada shareholder perusahaan target untuk dapat menukar saham yang dimiliki dengan cash atau senior debt pada harga tertentu yang telah ditetapkan oleh dewan.

b)   Poison Puts: Hak pemegang obligasi di perusahaan target untuk menjual obligasi apabila terjadi takeover sehingga akan memberikan cash demand yang besar bagi pemilik baru karena adanya peningkatan biaya akuisisi.

c)   Parachute: Manajemen yang diberhentikan akan diberi kompensasi atau ganti rugi sesuai kesepakatan sehingga biaya takeover menjadi besar.

Parachute berdasarkan lingkup manajemen yang mendapatkan kompensasi:

-          Golden parachute: top management

-          Silver Parachute: top management + manager

-          Tin Parachute: top management + manager + karyawan dibawahnya

3.   Active Measures: Pertahanan yang dilakukan perusahaan target ketika proposal takeover telah diajukan.

a)   Greenmail: “Paying off” dengan premi individual kepada siapapun yang menguasai sebuah blok besar saham perusahaan dan meningkatkan ancaman akuisisi.

b)   Standstill Agreement: Kontrak dimana bidding firm setuju untuk membatasi saham atas target firm.

c)   White Knight: Perusahaan yang berhadapan dengan tawaran unfriendly mengatur agar didapatkan oleh perusahaan friendly yang dianggap lebih menguntungkan.

d)   White Squire: Perusahaan target menjual blok saham kepada pihak ketiga yang dianggap friendly dalam bentuk kursi dewan, dividen, atau saham diskon.

e)   Pac-Man Defense: Perusahaan target melakukan penawaran balik dan melakukan akuisisi terhadap pengakuisisi yang potensial, efektif apabila pengakuisisi awal nilainya lebih kecil daripada calon targetnya.

f)    Restrukturisasi

-          Going Private

-          Sales of attractive asset (crown jewel)

-          Liquidating the firm

Case: Kraftbury

Kraft Foods Inc. adalah perusahaan food and beverage terbesar kedua di dunia yang berpusat di AS. Sedangkan Cadbury plc merupakan perusahaan terbesar kedua di dunia dalam bisnis gula-gula dan makanan (confectionery and beverage) dan berpusat di Inggris.

Pada 7 September 2009, Kraft Foods mengajukan bear hug letter kepada Cadbury berupa proposal penawaran sebesar £ 10,5 milyar (setara dengan $ 16,7 milyar) dalam bentuk uang tunai dan saham. Tawaran tersebut sudah jauh melebihi harga saham Cadbury di pasar (37% premium). CEO Cadbury menolak penawaran karena nilainya secara fundamental terlalu rendah. Beberapa hari kemudian, CEO Kraft melakukan penawaran formal secara langsung kepada pemegang saham Cadbury yang mengubah negosiasi dengan Cadbury menjadi sebuah akuisisi paksa (hostile takeover).

Untuk melindungi pemegang sahamnya, CEO Cadbury mengatakan kepada pemegang sahamnya untuk tidak membiarkan Kraft ”mencuri” perusahaan mereka dan mendesak mereka untuk menolak tawaran akuisisi Kraft karena merasa bahwa Cadbury masih bisa memberikan nilai lebih bagi pemegang saham jika tetap independen. Tidak cukup dengan itu, bahkan Cadburry mempertimbangkan strategi Pac-Man defense jika tidak ada tawaran dari perusahaan lain yang akan melawan akuisisi Kraft untuk menyelamatkan Cadbury (White knight). Cadbury berencana untuk berbalik membuat tawaran akuisisi untuk bisnis confectionery Kraft yang lebih kecil yang masih memungkinkan bagi perusahaan tersebut secara finansial.

Pada akhirnya, taktik pertahanan tersebut tidak perlu dilakukan. Cadbury banyak menarik perhatian perusahaan sejenis yang berminat untuk mengambil alih. Produsen cokelat dari Amerika, Hershey Co.  berkolaborasi bersama produsen asal Italia, Ferrero untuk bersaing memperebutkan Cadbury. Beberapa sumber juga mengatakan bahwa Nestlé juga ikut serta di dalam tender offer. Di sisi lain, ketidakpuasan Kraft terhadap penolakan Cadbury membuatnya makin gigih melakukan penawaran-penawaran baru yang lebih tinggi lagi di tengah ketatnya persaingan (Sweeten the deal).

Pada 19 Januari 2010, Cadbury akhirnya menerima akuisisi Kraft dengan harga penawaran akhir £ 11,9 milyar (setara dengan $ 18,9 milyar) dengan rasio 40% saham dan 60% kas. Setelah transaksi ini dipublikasikan, saham Cadbury pun melesat sebesar 3,3%. Dengan diambil alihnya Cadbury, mungkin Kraft akan tetap menjadi nomor dua setelah Nestlé dalam industri makanan dan minuman tapi akuisisi ini akan mengalahkan Mars, perusahaan raksasa pembuat gula-gula, dalam bisnis confectionery and beverage.

Tags:   #restrukturisasi perusahaan


Thursday, April 7
Permalink

Financial Management

What is it?

Manajemen Keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakannya seefektif, seefisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba. Aktivitas itu meliputi:

1.      Aktivitas investasi (investment activity) yaitu kegiatan penggunaan dana berdasarkan pemikiran hasil yang sebesar-besarnya dan resiko yang sekecil-kecilnya, meliputi:

     modal kerja (working capital) atau harta lancar (current assets)

     harta keuangan (financial assets): saham (stock) dan obligasi (bond)

     harta tetap (real assets): tanah, gedung, peralatan

     harta tidak berwujud (intangible assets): hak paten, goodwill

2.      Aktivitas pembiayaan (financing activity) yaitu kegiatan mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan, meliputi:

a. sumber eksternal

     modal pemilik atau modal sendiri (owner capital atau owner equity) atau modal saham (capital stock): saham istimewa (preferred stock) dan saham biasa (common stock)

     utang (debt): utang jangka pendek (short-term debt) dan utang jangka panjang (long-term debt)

     lain-lain, misalnya hibah

b. sumber internal

     laba ditahan (retained earnings)

     penyusutan, amortisasi, dan deplesi (depreciation, amortization, dan deplention)

     lain-lain, misalnya penjualan harta tetap yang tidak produktif lain-lain, misalnya hibah

3.      Aktivitas bisnis (business activity) yaitu kegiatan untuk mencari laba melalui efektivitas penjualan barang atau jasa efisiensi biaya yang akan menghasilkan laba, dapat dilihat dari laporan laba-rugi, meliputi:

     pendapatan (sales atau revenue)

     beban (expenses) 

     laba-rugi (profit-loss)

Why do it?

Tujuan normatif dalam manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan atau kemakmuran para pemegang saham. Indikasi nilai perusahaan adalah harga seandainya perusahaan dijual bagi perusahaan yang belum/tidak go-publik atau harga saham yang dijualbelikan di pasar modal bagi perusahaan go-publik. Dua fungsi pokok perhatian manajer keuangan yaitu:

1.      Mendapatkan dana dengan cara yang paling menguntungkan

2.      Pengalokasian dana secara efisien dalam perusahaan

Kedua fungsi ini sebagai saran untuk mencapai sasaran kekayaan bagi pemegang saham.

How to do it?

Untuk mencapai kedua fungsi manajemen keuangan, maka tanggung jawab dan tugas manajer keuangan adalah:

1.      Peramalan (forecasting) dan perencanaan. Manajer keuangan berinteraksi dengan eksekutif lainnya dalam perusahaan bertanggung jawab untuk membuat perencanaan keuangan, baik jangka pendek maupun panjang. Dari hasil perencanaan ini dapat disusun perkiraan kebutuhan dana perusahaan.

2.      Keputusan investasi dan permodalan. Atas dasar perencanaan jangka panjang, manajer keuangan harus menghimpun dana modal yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.

3.      Koordinasi dan pengawasan. Manajer keuangan harus berinteraksi dengan eksekutif lainnya dalam perusahaan melakukan pengendalian atas penggunaan dana perusahaan agar operasional perusahaan dapat seefisien mungkin.

4.      Berhubungan dengan pasar finansial. Manajer keuangan harus memahami pasar keuangan untuk mencari beberapa alternatif sumber dan jenis pembiayaan yang dapat digunakan oleh perusahaan.

Case: Maximize Profit vs Maximize Shareholder Wealth

Seringkali maksimalisasi laba (profit maximization) dianggap sebagai sasaran dari suatu perusahaan. Memaksimalkan nilai perusahaan tidak sama dengan memaksimalkan laba per lembar saham (earning per share = EPS). Hal ini disebabkan karena:

1.      Memaksimalkan EPS hanya memusatkan pada EPS saat ini. Perusahaan mungkin memperoleh EPS tinggi pada saat ini tetapi apabila pertumbuhannya diharapkan rendah maka dapat saja harga sahamnya lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan yang saat ini memiliki EPS rendah.

2.      EPS tidak mempertimbangkan risiko atau ketidakpastian dari keuntungan di masa yang akan datang. Jika suatu usulan mengandung risiko yang besar, maka kenaikan keuntungan per lembar saham akan diikuti dengan penurunan harga saham.

3.      EPS mengabaikan nilai waktu uang (time value of money).

Harga saham perusahaan mencerminkan penilaian khusus dari semua pelaku pasar atas nilai suatu perusahaan. Penilaian tersebut memperhitungkan EPS saat ini dan perkiraan EPS di masa mendatang; waktu, periode, dan risiko dari laba; kebijakan dividen perusahaan; serta berbagai faktor lainnya yang dapat berpengaruh pada harga pasar saham. Harga pasar berfungsi sebagai barometer kinerja bisnis. Harga tersebut menunjukkan seberapa baiknya kinerja manajemen. Para pemegang saham yang tidak puas dengan kinerja manajemen dapat menjual saham mereka dan berinvestasi dalam perusahaan lain. Tindakan ini jika dilakukan oleh para pemegang saham lain yang tidak puas akan memberi tekanan pada harga pasar per lembar saham. Jadi, manajer keuangan harus fokus pada penciptaan nilai bagi para pemegang saham dengan jalan menilai berbagai investasi, pendanaan, dan strategi manajemen aktiva alternatif berkaitan dengan pengaruhnya atas nilai para pemegang saham (harga saham). Selain itu, manajer seharusnya juga mengejar strategi pasar produk.

Tags:   #keuangan perusahaan


Tuesday, April 5
Permalink

Financial Restructuring

What is it?

Restrukturisasi keuangan adalah penataan kembali struktur keuangan untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan (atau individu bahkan negara).

Why do it?

Restrukturisasi keuangan dilakukan perusahaan karena:

1.      Kesulitan likuiditas, umumnya karena perusahaan menderita kerugian dan manajer keuangan kurang tepat mengalokasikan dana.

2.      Mengalami kerugian, umumnya karena kurang mampu mengelola biaya sehingga operasi tidak efisien serta manajer produksi kurang mampu mengelola proses produksi sehingga kualitas produk rendah.

How to do it?

1.      Melakukan penjadwalan kembali pembayaran bunga dan pokok pinjaman. Misalnya, menunda pembayaran bunga atau bahkan menghapus beban bunga sehingga perusahaan diharapkan dapat memenuhi kewajibannya di kemudian hari.

2.      Melakukan penjadwalan kembali pembayaran pokok pinjaman. Kalau cara ini belum membantu, maka dapat dilakukan pengurangan beban pokok pinjaman (hair cut) hingga maksimum 70% dari pokok pinjaman.

3.      Mengubah utang menjadi modal sendiri (debt to equity swap). Utang akan dikonversi menjadi saham sehingga perusahaan tidak perlu membayar beban bunga dan melunasi pokok pinjaman.

4.      Menjual non-core business melalui spin-off atau likuidasi. Tujuannya agar unit-unit yang tidak penting tidak lagi membebani usaha utama perusahaan. Perusahaan juga dapat menjual aset kemudian menyewanya kembali untuk digunakan (sale and lease back assets).

5.      Mengundang investor individu yang potensial (private placement) atau memberikan hak kepada karyawan termasuk manajemen untuk membeli saham perusahaan (management buy out) sehingga diharapkan akan diperoleh dana segar yang dapat digunakan perusahaan sebagai tambahan modal dan dapat membantu keuangan perusahaan. Kepemilikan oleh manajemen diharapkan dapat meningkatkan sense of belonging terhadap kemajuan perusahaan sehingga manajemen akan termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

6.      Melakukan penjualan saham kepada publik (go public). Manfaatnya antara lain:

-       Memperoleh tambahan fresh money atau fresh capital

-       Memudahkan perusahaan untuk melakukan diversifikasi

-       Memudahkan mekanisme pasar, diharapkan dapat meningkatkan pengawasan manajer perusahaan.

-       Mengurangi campur tangan birokrasi dan memberikan keleluasaan yang lebih besar kepada perusahaan (bagi perusahaan milik negara)

-       Manajemen lebih fleksibel, kinerjanya terukur, dan efisiensi akan meningkat

-       Memungkinkan untuk memperoleh manajemen yang lebih professional melalui mekanisme pasar yang lebih transparan

-       Akuntabilitas pengelolaan perusahaan menjadi lebih baik.

Case: Bakrie & Brothers

Akibat krisis 1997/1998, yang ditandai oleh depresiasi rupiah dari level Rp2.000-an hingga sekitar Rp16.000-an, bisnis Bakrie dihadapkan dengan utang yang sedemikian besar. Total utang kelompok usaha itu tercatat sebesar US$1,08 milyar (setara dengan Rp10 triliun pada saat rupiah dinilai Rp9.000 per US$). Bakrie kemudian melakukan restrukturisasi yang berlangsung hingga empat tahun dan mencapai final pada 2001.

Proses tersebut melibatkan negosiasi dengan kurang lebih 150 kreditor. Melalui pola debt equity swap, para kreditor membentuk sebuah holding yang menguasai 80% aset di lima anak usahanya, yaitu Bakrie Sumatera Plantations, Bakrie Electronics Company, Bakrie Kasei Corp, Arutmin Indonesia, dan Iridium LLC. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) menguasai sekitar 15% dari total aset-aset itu.

Harga yang dibayarkan Bakrie pada saat krisis itu sangat mahal. Selain kehilangan Bank Nusa Nasional (BNN), Bakrie harus melepaskan sejumlah asetnya. Saham keluarga di PT Bakrie & Brothers Tbk menyusut dari 58% menjadi 2,5%. Namun, sebuah harapan timbul karena dalam negosiasi restrukturisasi utang dengan kreditor disepakati kalau akhirnya Bakrie diperkenankan membeli kembali aset-aset tersebut.

Bakrie tidak hanya bisa membeli kembali, tetapi juga berekspansi. Pada tahun-tahun sesudah krisis, Bakrie membidik sektor-sektor komoditas, seperti pertambangan batu bara (PT Bumi Resources Tbk), minyak dan gas bumi (PT Energi Mega Perkasa Tbk), dan kelapa sawit (crude palm oil) yang diwakili oleh Bakrie Plantations. Walaupun fokus ke komoditas, Bakrie tidak meninggalkan sektor infrastruktur dan properti (PT Bakrieland Development Tbk) dan telekomunikasi (PT Bakrie Telecom Tbk).

Tags:   #restrukturisasi perusahaan